Sabtu, 19 Mei 2012

A Blue Day

Foto buku milik saya
Ada kalanya tiba-tiba hari kita terasa begitu buruk karena berbagai alasan, mulai dari menyakiti orang lain tanpa sengaja sampai sekedar bangun pagi menemukan sebiji jerawat nangkring tepat di ujung hidung saat malamnya harus menghadiri pesta. Rasanya nyesek di dada. Saat-saat semacam itu pasti pernah dialami setiap orang. Tidak hanya sekali, namun berulang, masing-masing dengan sebab yang tidak sama.

Ya. Benar. Itu memang hanya perasan saja, sesuatu yang terjadi atau ada di hati atau di kepala. Membuat perasaan tidak nyaman dan pikiran runyam. Kadang jadi tidak bisa fokus pada pekerjaan atau tidak enak makan. Dunia jadi tanpa cahaya meskipun matahari bersinar begitu terik sampai muncul fatamorgana. Jalan pun buntu, mau terus nabrak tembok sedangkan mau berbalik sudah lupa arahnya. Tersesat di rimba perasaan... Dan hilang dalam kerumitan pikiran.

Suatu kali, sudah lama sekali, hampir 10 tahun lalu, saya mengalami hal yang membuat hari saya terlihat pekat dan terasa sepat. Kemudian saya putuskan untuk berjalan-jalan, melihat isi dunia. Dan ternyata tak satupun di sekeliling saya terlihat berubah. Semuanya sama dengan hari-hari atau saat-saat lain ketika perasaan saya senang dan pikiran jernih. Jadi, saya menyimpulkan bahwa rasa nyesek di dada itu benar-benar hanya terjadi di dalam hati dan pikiran. Ruwet. Bundet. Beruntung waktu itu saya melihat sebuah buku di toko buku, judulnya The Blue Day Book; sebuah buku mungil berwarna biru yang berisi foto-foto aneka binatang dalam berbagai pose lucu dan menarik yang diikuti dengan teks, semacam quote, yang inspiratif, yang ditujukan untuk menyalakan semangat yang padam atau mencerahkan suasana hati yang buram. Saat itu si buku biru berharga US$ 9.95, tidak mahal dibandingkan isinya.

Buku ini karya Bradley Trevor Greive, lelaki ganteng kelahiran Tasmania, Australia. Meskipun buku sudah saya miliki selama hampir 10 tahun (saya beli pada hari Sabtu, 24 Agustus 2002, sesuai catatan yg tertoreh di halaman depan) namun masih saja berhasil membuat saya tertawa setiap kali membukai halamannya. Dan inilah beberapa kalimat dalam buku itu, yang bisa memulihkan semangat saya - saat saya merasa down tentunya:
  • Cobalah melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda.
  • Terimalah kenyataan dan jangan ragu membuang beban pikiran.
  • Mungkin kita memang telah berbuat salah. Bila itu soalnya, berbesar hatilah untuk meminta maaf.
  • Jangan ragu menertawai diri sendiri.
Beberapa hari ini, ada sesuatu yang membuat saya membukai halaman-halaman buku ini lagi. Perasaan saya jadi lebih ringan meskipun yang saya sebut dengan sesuatu itu masih belum bisa saya lupakan.

***

Tidak ada komentar: