Ingat saat bulan puasa: sebelum berpuasa, tiap hendak sahur orang mengikrarkan niatnya; hasilnya ia bisa tahan tidak makan/minum selama lebih dari 12 jam, meskipun ada rasa lapar, namun mampu mengabaikan rasa itu hingga saat berbuka tiba. Bandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Saat waktu menunjukkan pukul 13.00, perut mulai menjerit-jerit, sementara pekerjaan numpuk nggak bisa ditinggal, orang akan cenderung berkeluh kesah akibat perut lapar; bila sudah tak tertahankan, pekerjaan ditinggal untuk menghentikan jeritan.
Bekal niat ini saya tinggalkan dalam menempuh perjalanan menulis sepanjang 50K alias 50 kilo alias 50.000 kata di bulan Januari ini. Ya. Kalau saya berkeras menulis sebanyak 50K di Januari ini, saya “bite off more than I can chew.” Sayangnya, sejak awal saya sudah niat untuk tidak niat. Tentu saya punya alasan. Pastinya menurut saya alasan itu juga bagus. Terlepas dari alasan, saya membandingkan kegiatan J50K yang saya ikuti tahun 2011 dengan J50K tahun ini. Saat itu separuh waktu di bulan Januari juga tersedot untuk urusan pekerjaan; bahkan saya sedang berada di pedalaman Thailand. Oh, ya, ngomong-ngomong, saya bukan pekerja kantoran, saya banyak jalan-jalan di ‘lapangan’. Namun karena saya mengantungi segepok niat, meskipun tidak tuntas hingga 50 kilo, tulisan saya bisa menembus angka 42K.
Bagaimana dengan J50K 2012? Dengan kecut saya akui, saya hanya mampu berjalan sejauh 8K. Apakah lalu saya akan mengkambinghitamkan Si Niat – hmmm Niat itu kakinya berapa, ya? Jelas tidak. Ia, Si Niat itu, adalah bagian dari diri saya. Ia menghuni entah di sebelah mana dari tubuh saya. Mungkin di otak, atau sesekali pindah ke hati, kadang-kadang sembunyi di rongga dada, membujuk jantung memompa darah makin cepat, supaya tumbuh semangat.
Beberapa jam lagi Januari akan pergi. Ia baru pulang 11 bulan kemudian. Saya punya cukup banyak waktu menimbang-nimbang: apakah tahun depan saya akan mengajak Si Niat menyusuri perjalanan 50.000 kata berikutnya? Jawabnya belum pasti, sebab saya harus berusaha agar bisa bertemu dulu dengan Januari...
Tulisan pendek ini saya persembahkan untuk semua sahabat tercinta di Kampung Fiksi, saya sebut sesuai abjad: Deasy, Ge, Indah, Meli, Ria, Sari dan Winda; juga semua Nekaders yang meramaikan J50K. BTW, tulisan ini pun dibuat dengan niat bulat, makanya meskipun saya benar-benar sedang tergesa-gesa, bisa selesai juga akhirnya. Olala…
***
